Jun 24 2008

Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri Ucapkan Selamat Kepada Bibit-Rustri

Published by pdipjateng under Uncategorized

Infokom-Media PDI Perjuangan – Walaupun belum resmi diumumkan sebagai pemenang pemilihan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo dan Sri Rustriningsih dapat dipastikan akan memimpin Jawa Tengah untuk lima tahun ke depan. Tekait keberhasilan duet calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng nomor urut 4 itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Hj. Megawati Soekarnoputri telah menyampaikan ucapan selamatnya kepada Bibit-Rustri (BIRU).

Seperti yang dituturkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Pramono Anung, Ibu Ketua Umum telah menyampaikan ucapan selamat kepada Bibit-Rustri atas kemenangan ini. “Ibu merasa gembira dengan kemenangan ini dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan Partai serta masyarakat Jawa Tengah atas kepercayaan dan dukungannya kepada Bibit-Rustri,” ungkapnya.

Sekjen Pramono sendiri mengungkapkan, kemenangan tersebut merupakan hasil kerja seluruh komponen mesin politik Partai, pasangan calon, pendukung serta relawan. “Yang membedakan antara kemenangan di Jateng dengan di daerah lain adalah bahwa seluruh upaya pemenangan di Jateng di pikul secara bersama-sama,” ujarnya.

Kemenangan ini, lanjutnya, merupakan modal awal bagi PDI Perjuangan untuk memenangkan pemilu legislatif dan pemilu Presiden 2009 mendatang.

Menurut Pram, demikian Sekjen akrab disapa, tema yang diusung BIRU sebagai tema yang memberikan harapan baru bagi masyarakat Jateng. “Tema “mbali deso, mbangun deso” yang diusung BIRU membawa harapan baru bagi pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan untuk lebih maju,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang ditugasi DPP Partai untuk mengawal pemenangan Bibit-Rustri dalam pilgub Jateng, Daryatmo Mardiyanto, mengungkapkan kemenangan PDI Perjuangan melalui calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusungnya, Bibit Waluyo dan Sri Rustriningih mempertegas posisi politik PDI Perjuangan di Jawa Tengah sebagai basis suara PDI Perjuangan yang sekaligus merupakan daerah yang menjadi lumbung suara PDI Perjuangan menghadapi pemilu legislatif dan pemilu Presiden 2009 mendatang.

“Kemenangan ini juga memperlihatkan betapa mesin politik Partai di Jawa Tengah telah berjalan secara solid dan optimal secara merata di seluruh wilayah di Jawa Tengah sehingga BIRU mampu menang mutlak dari empat pasang kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur lain,” ujarnya.

Dengan kemenangan sekitar 40 persen ini, lanjut Ketua DPP yang akrab disapa mas Dar oleh rekan sejawatnya ini, Bibit-Rustri memiliki legitimasi yang sangat kuat sehingga mempunyai momentum dan keleluasaan politik untuk memajukan masyarakat dan wilayah Jawa Tengah. “Kepemimpinan BIRU di Jateng setelah dilantik nanti makin kuat karena masih akan ditopang oleh mitra politik dari DPRD Jateng, dimana Fraksi PDI Perjuangan di DPRD memiliki jumlah mayoritas. Sehingga APBD bisa benar-benar dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat Jateng,” tukas mas Dar.

“Dari hasil perolehan suara dalam pilgub yang cukup signifikan ini, PDI Perjuangan di Jateng optimis akan mampu memberikan kontribusi positif bagi pemenangan Partai dalam pemilu legislatif dan mengantarkan kembali Ketua Umum Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI,” ujarnya didampingi Ketua DPP lain yang juga ditugasi DPP Partai untuk mengawal pemenangan dalam pilgub Jateng, diantaranya Mangara Siahaan, Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Daniel B Setiawan, Adang Ruchiatna dan Nabiel Makarim.

Semarak di DPD Jateng
Aura kegembiraan atas kemenangan BIRU memenuhi kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah yang hingga jauh malam tetap dipenuhi oleh para kader dan simpatisan Partai. Yel-yel kemenangan dan nyanyi-nyanyian “Bibit-Rustri dan PDI Perjuangan jaya” seperti tak lelah mereka suarakan. Sebagian dari mereka bahkan ada yang lantas rela mencukur habis rambut kepala mereka sebagai ungkapan rasa syukur.

Ketua DPD Jateng Murdoko, didampingi Sekretaris DPD Nuniek Sri serta beberapa pengurus, kader dan simpatisan, mengungkapkan, kemenangan Bibit-Rustri ini merupakan kemenangan seluruh masyarakat Jawa Tengah. “Syukur alhamdulillah, kemenangan ini merupakan masyarakat Jateng. Terima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah atas dukungannya terhadap Bibit-Rustri, kepada seluruh jajaran struktural, pengurus dan kader Partai,” ungkap Ketua Tim Pemenangan BIRU ini yang kemudian dipanggul oleh kader dan simpatisan Partai yang kebetulan berada di dekatnya.

Bibit-Rustri akan Segera Bekerja
Terkait hasil pilgub tersebut, Bibit Waluyo mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan dan amanat dari sebagian besar masyarakat Jawa Tengah yang mempercayakan dirinya bersama Sri Rustriningsih untuk memimpin Jateng dalam lima tahun ke depan.

Kepercayaan masyarakat tersebut, ujarnya, menjadi titik balik yang sangat besar bagi pihaknya untuk memilul tanggungjawab yang lebih besar, yaitu memimpin masyarakat Jawa Tengah menuju arah yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Terkait hal tersebut, pria kelahiran Klaten berusia 59 tahun ini mengharapkan seluruh komponen dan potensi masyarakat Jateng untuk saling bahu membahu membangun Jateng. Dirinya yakin, jika hal tersebut bisa dilakukan bersama Bibit-Rustri, Jateng akan mampu bangkit.

“Saya harapkan, kemenangan atau kekalahan tidak mempengaruhi masyarakat. Sebab kondisi yang kondusif masih sangat dibutuhkan oleh pemimpin Jawa Tengah yang akan datang. Saya yakin, kalau ini bisa dilakukan, Jateng akan bangkit dari kesengsaraan, kemiskinan, serta bangkit dari segala kesedihan selama ini,” ujarnya lagi.

Bibit juga menegaskan, dengan kemenangan ini, walaupun belum resmi ditetapkan oleh KPUD, dirinya bersama Rustri akan segera melakukan langkah-langkah riil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah melalui program-program ekonomi kerakyatan.

“Seperti yang diketahui semua, mayoritas masyarakat Jawa Tengah adalah petani yang hidup di pedesaan. Dengan kemenangan ini kita harus segera melaksanakan langkah-langkah riil seperti pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pertanian dan pemberdayaan unit usaha kecil, mikro-menengah. Ini realistis,” ujar Bibit dari kediamannya di Cacaban, Magelang.

Sementara calon Wakil Gubernur Sri Rustriningsih, menegaskan, masyarakat Jateng saat ini merupakan masyarakat yang lebih cerdas dan kritis dalam menilai calon-calon pemimpinnya. Selain karena mesin politik yang kuat, ujar Bupati Kebumen selama dua periode ini, masyarakat juga melihat dan menilai rekam jejak tiap-tiap calon.

Rustri juga meyakini, kemenangan dalam pilgub ini merupakan kemenangan kaum nasionalis. “Saya yakin sekali, ini merupakan kemenangan nasionalis dan inilah yang ditunggu oleh masyarakat Jawa Tengah. Saya merasa yakin, pada akhirnya masyarakat Jawa Tengah menanti sosok figur nasionalis,” ujar Rustri yang sejak siang hari berada di Rustri Center, Kebumen.

Rustri sendiri melukiskan kemenangan ini sebagai kemenangan yang luar biasa. Diakuinya, dirinya merasa sangat menikmati waktu beberapa jam terakhir setelah pukul 15.00 WIB, saat penghitungan cepat sudah memasuki angka 30 persen. “Ini luar biasa. Saya kira Pilgub Jateng akan melalui dua kali putaran, ternyata tidak. Saya sangat menikmati beberapa jam ini,” ungkapnya dengan sumringah.

Suara Tak Beranjak dari 39-44 Persen

Seperti yang telah dilansir sebelumnya, hasil penghitungan cepat beberapa lembaga survey hingga pagi hari ini (Senin, 23/6) tetap menempatkan Bibit-Rustri (BIRU) sebagai duet calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng teratas dengan perolehan suara tak beranjak dari kisaran angka 39-42 persen.

Selisih perolehan suara yang cukup signifikan juga dilansir oleh website resmi KPUD Jateng (www.kpud-jateng.go.id). Hingga pukul 23:31 WIB malam tadi, duet cagub/wagub nomor urut 4 ini pada nomor urut teratas dengan peroleh suara sebanyak
1.316.419 (42.4%), dari sekitar 55.603 TPS yang sudah memasukkan hasil penghitungan suaranya.

Bibit-Rustri unggul hampir di semua daerah, yakni Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Batang, Kota dan Kabupaten Pekalongan, Rembang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Brebes, Kota dan Kabupaten Tegal, Demak, Jepara, Kudus, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Kebumen, Purbalingga, Kendal, Kota dan Kabupaten Semarang, Salatiga, Kota dan Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, serta Wonosobo.[sfn, dari berbagai sumber di Jawa Tengah]

No responses yet

Jun 20 2008

Published by pdipjateng under News

Dari Polling per Telepon Pilgub 2008 (1)
Tidak Semua Pasangan Calon Dikenal Publik

sumber : www.suaramerdeka.com

Hanya kurang dari dua pekan sebelum Pemilihan Gubernur Jateng 2008 berlangsung, ada fakta yang menarik bahwa mayoritas responden menyatakan hanya mengenal sebagian dari lima pasangan calon gubernur yang maju dalam pemilihan. Sebagai konsekuensinya, mereka menyatakan ragu-ragu atau tidak tahu memilih pasangan siapa pada saat pencoblosan 22 Juni.

FAKTA bahwa hanya sebagian calon gubernur dan wakil gubernur yang dikenal masyarakat, didapat dari jajak pendapat (polling) per telepon yang dilakuan Suara Merdeka pada  Rabu (11/6) hingga Senin (16/6) lalu.

Sebanyak 1.153 responden polling dipilih secara acak bertingkat melalui buku telepon. Mereka berasal dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan sebaran yang relatif merata di enam wilayah eks karesidenan provinsi ini.
Ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada responden. Pertama, pengetahun mereka tentang waktu pelaksanaan Pilgub. Terhadap pertanyaan apakah responden mengetahui kapan pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2008 dilaksanakan, sebanyak 756 responden (65,57%) menyatakan tahu kapan pesta demokrasi tingkat regional itu dilaksanakan. Mereka bisa menyebut tanggal pelaksanaanya. Selebihnya, yakni 397 responden (34,47%) menyatakan tidak tahu.

Kedua, pengenalan mereka terhadap pasangan calon gubernur dan wakilnya. Sebanyak 323 responden (28,01%) menyatakan tahu kelima pasangan tersebut. Beberapa responden bahkan bercerita tentang kelebihan-kelebihan pasangan favoritnya.

Namun mayoritas, yakni 661 responden (57,33%) menyatakan hanya mengenal sebagian dan bahkan 169 responden (14,66%) menyatakan tidak mengenal mereka sama sekali.

Dalam sistem pemilihan langsung, pengenalan calon menjadi hal yang sangat penting. Para kontestan memang dituntut untuk lebih aktif terjun ke bawah memperkenalkan diri lewat berbagai media, baik itu koran, tv, radio, spanduk, tatap muka lewat pertunjukan dangdut, forum pengajian, ”bagi-bagi rezeki”, dan sebagainya.

Dari fakta itu terlihat bahwa tidak semua calon berupaya keras untuk memperkenalkan diri kepada calon pemilihnya. Para responden memang tidak semua orang kota. Sebagian dari mereka tinggal di pelosok. Tetapi sebagai pelanggan telepon, sesungguhnya mereka tergolong sebagai masyarakat yang relatif ”elite”, karena jumlah pemasang telepon di Jawa Tengah kurang dari 25% dari jumlah kepala keluarga (KK) di provinsi ini.

Bibit-Rustri Terbanyak

Hal ketiga yang ditanyakan dalam polling adalah preferensi responden terhadap pasangan calon gubernur dan wakilnya. Terhadap pertanyaan siapa pasangan yang menjadi pilihan, ternyata kurang dari 50% dari jumlah responden yang definitif menyebut nama pasangan pilihannya.

Dari mereka yang menyebut nama, pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih paling banyak dipilih. Sebanyak 215 responden (18,65%) memilih mereka. Berikutnya adalah pasangan Bambang Sadono-Muhammad Adnan yang dipilih oleh 164 responden (14,22%), Sukawi Sutarip-Sudharto 114 responden (9,89%), Muhammad Tamzil-Abdul Rozaq Rais 35 responden (3,04%), dan Agus Suyitno-Kholiq Arif 16 responden (1,39%).

Mayoritas responden memberikan jawaban ”ragu-ragu”, ”tidak tahu memilih siapa”, ”rahasia, orang lain nggak boleh tahu”, dan sejenisnya. Mereka yang masuk dalam kelompok ini sebanyak  443 responden (38,42%).

Mereka merencanakan tetap datang ke tempat pemilihan, sekalipun ada dari mereka yang tidak mengenal para calon sama sekali atau tidak tahu kapan pelaksanaan pemilu. Alasannya, antara lain sebagai kewajiban warga negara.
Sementara itu, mereka yang menyatakan tidak akan mencoblos atau istilah populernya golput sebanyak 166 responden (14,40%). Apakah angka golput ini mencerminkan kenyataan pada saat pelaksanaan pemilihan Gubernur Jateng 2008? Kita lihat saja nanti.

Yang patut disimak adalah angka abu-abu sebanyak 38,42% di atas. Itu jumlah yang sangat besar. Mereka bisa mengalir ke nama-nama yang definitif di atas atau justru memperbesar jumlah golput.  Dengan demikian, pasangan  yang dalam polling mendapat angka paling sedikit, tidak perlu berkecil hati, karena siapa tahu pada waktunya mendapat limpahan calon pemilih yang saat ini masih ”tidak tahu” atau ”ragu-ragu”.

One response so far

Jun 12 2008

Kampanye Rustriningsih di Kabupaten Banyumas

Published by pdipjateng under News

Rustriningsih calon wakil gubernur jawa tengah yang diusung oleh PDI Perjuangan, tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengisi masa kampanye pilgub jawa tengah di kabupaten Banyumas (11/05). kunjungan pertama di awali dari Pasar Banyumas. dalam kesempatan tersebut Rustri sempat menerima beberapa keluhan dari beberapa pedagang mengenai kondisi pasca kenaikan BBM, dan mengharapkan apabila Bibit dan rustri kelak terpilih menjadi Gubernur dan wakil gubernur jawa tengah selalu memperhatikan nasib para pedagang pasar. Kunjungan berikutnya adalah menemui sekitar 800 orang karyawati di PT. Indokores Sahabat Banyumas, yang memproduksi rambut palsu/wig yang berlokasi tidak jauh dari pasar Banyumas, rustriningsih beserta beberapa pengurus perempuan dari DPC PDI Perjuangan Banyumas dan Pengurus Anak Cabang menaiki Dokar, alhasil lalu lintas sepanjang jalan raya kota banyumas sempat dibuat macet. Dalam kunjungan tersebut rustri berdialog perihal proses pembuatan wig dan kesejahteraan mereka dengan beberapa pekerja yang semuanya perempuan. dalam sambutannya rustri menyampaikan ” sudah saatnya sekarang seorang perempuan untuk memimpin jawa tengah dengan kepemimpinan perempuan maka harkat dan martabat perempuan pastilah meningkat” paparnya.
kunjungan berikutnya menuju pasar sokaraja dan dilanjutkan ke pasar wage di purwokerto, di pasar wage rustriningsih sempat ditarik oleh salah seorang pedagang, yang meminta untuk melihat kondisi pasar yang lampu penerangannya masih kurang, “disini gelap bu, kami merasa sangat membutuhkan tambahan penerangan” keluhnya, kmendengaar hal tersebut secara tanggap rustriningsih pun memberikan tanggapan “pasar tradisional tidak boleh ditinggalkan, tapi juga harus dipertahankan dan dikembangkan, oleh karena itu pilihlah nomor urut 4 dulu, agar bibit dan saya bisa memimpin jawa tengah, dan apabila kita terpilih maka segala permasalahan yang terjadi di pasar wage insya allah kita bereskan demi pedagang dan masyarakat di sini” paparnya secara diplomatis disambut dengan teriakan berkali-kali yang mengeluk-elukan nama rustriningsih.
kunjungan rustriningsih berakhir di desa kalisari kecamatan cilongok yang merupakan salah satu sentra industri kerajinan rakyat pembuatan tahu di Kabupaten Banyumas.
” 2+2 = 4, 2X2=4, tanggal 22 pilih nomer 4 pilihan tepat”. (dick-infokom)

No responses yet

Mei 28 2008

Hasil Survei Pilgub Jateng

Published by pdipjateng under News

JAKARTA- Perolehan suara Pilgub Jateng diprediksi bersaing ketat antara cagub dari PDI-P dan Partai Golkar. Selisih suara hanya sekitar 0,4%.  Jika pilgub harus berlangsung dua putaran, pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih yang diusung PDI-P diunggulkan. Menyusul Bambang Sadono-Muhammad Adnan yang diusung Partai Golkar, yang diperkirakan bakal lolos ke putaran penentuan.

Demikian salah satu kesimpulan hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Nasional (LSN) bekerja sama dengan Lembaga Studi Teranova yang dilaksanakan 2-13 Mei 2008 di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah. Total responden survei ini adalah 571 orang dengan margin of error + 4,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan metode penarikan sampel multistage random sampling.

Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry di Jakarta, Selasa (27/5), mengatakan, survei menunjukkan 26,7% publik mengaku akan memilih pasangan Bibit-Rustri. Pasangan itu bersaing ketat dengan Bambang-Adnan (26,3%).
Di tempat ketiga adalah pasangan yang didukung PPP dan PAN, Muhammad Tamzil-Abdul Rozaq Rais (10,9%), disusul calon Partai Demokrat dan PKS Sukawi Sutarip-Sudharto (10,4%). Kemudian pasangan dari PKB Agus Suyitno-Abdul Kholiq Arif (1,9%). Sementara 23,9% publik menyatakan rahasia atau belum memutuskan akan memilih pasangan yang mana.

Popularitas

Dikatakan, berdasarkan hasil survei LSN terlihat bahwa faktor popularitas figur akan sangat menentukan kemenangan kandidat dalam Pilgub Jateng. Bambang Sadono dan Bibit Waluyo terbukti sebagai cagub terpopuler di Jateng.

Menurut Umar, PKB yang memperoleh suara signifikan dalam Pemilu 2004 di Jateng nampaknya harus menerima dampak kemelut partai yang berkepanjangan. Pasangan Agus-Kholiq hanya dipilih oleh 1,9% responden. Ini jauh di bawah perolehan suara PKB dalam Pemilu 2004 di Jateng.

Bisa jadi swing voters (mereka yang belum memutuskan pilihan) sebesar 23,9% adalah konstituen PKB yang bingung menentukan pilihan akibat konflik partai yang merembet hingga tingkat daerah.

Survei LSN juga menemukan fakta 92,8% publik mengaku sudah mengetahui akan hajatan Pilgub Jateng pada 22 Juni. Dengan demikian, sosialisasi Pilgub Jateng oleh KPU Jateng dapat dikatakan berhasil.

’’Apakah keberhasilan sosialisasi ini akan mengurangi tingkat golput, akan dibuktikan saat hari pencoblosan,’’ ujarnya.(di-60)

sumber : http://www.suaramerdeka.com/

3 responses so far

Mei 15 2008

MEGA-BINTANG JULUKAN BIBIT-RUSTRININGSIH

Published by pdipjateng under News

Metrotvnews.com, Solo: Menjelang pelaksaan pemilihan gubernur Jawa Tengah para pendukung dan simpatisan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah beramai-ramai memberikan nama julukan dirinya. Pendukung pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih di Kota Solo misalnya menamakan dirinya kelompok Mega Bintang.

Nama Mega-Bintang, julukan bagi pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan ini dideklarasikan oleh ratusan pendukung pasangan tersebut, Rabu (14/5). Namun Mega-Bintang sama sekali tidak ada hubungan politik antara PDI Perjuangan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pernah populer pada 1997 silam. Gambar bintang adalah lambang PPP sebelum kembali ke gambar yang lama, yakni ka’bah.

Ketua Mega-Bintang Mudrick Sangidoe mengatakan, secara organisasi Mega-Bintang tidak punya hubungan politik dengan PPP. Tetapi para konstituen PPP secara bulat akan memberi dukungan pada pasangan Bibit Waluyo dan Rustiningsih yang didukung oleh PDI Perjuangan. Mudrick mengatakan, dukungan ini diberikan karena pasangan ini dinilai memiliki visi yang jelas untuk membangun Jawa Tengah.(DOR)

One response so far

Apr 29 2008

Penentuan Nomor Urut Cagub Jateng, Bibit-Rustri Nomor Empat

Published by pdipjateng under News

Dalam Filsafat Jawa, Artinya Kedudukan atau Derajat Sosial

Infokom-Media PDI Perjuangan – Bibit Waluyo dan Sri Rustriningsih, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng yang diusung PDI Perjuangan mendapat nomor urut empat dari lima pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2008-2013. Suasana riuh dan meriah mewarnai penentuan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, di KPUD Jateng, Selasa (30/4) siang tadi.

Berada di hampir urutan akhir nomor urut, apalagi di nomor empat, bukan persoalan bagi Tim Pemenangan Bibit-Rustri dari DPD PDI Perjuangan Jateng. Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng, Nuniek Sri, nomor empat, dalam filsafat Jawa berarti derajat atau kedudukan sosial. “Nomor empat ini kami terima dengan senang hati. Karena nomor empat itu berarti ‘derajat’ atau ’kedudukan sosial’. Artinya nomor urut empat yang diperoleh Bibit-Rustri memiliki relasi yang seimbang dengan momentum pilgub ini. Semoga saja ini juga pertanda lain yang baik,” ujar Nuniek kepada tim pemberitaan Infokom DPP Partai.

Penentuan nomor urut pasangan Cagub/Cawagub hari itu berjalan dengan tertib dan meriah. Para pendukung yang berjumlah ratusan itu berteriaksaat nomor urut calon yang mereka dukug disebutkan nomor urutnya. Namun tidak tampak ekspresi emosi saat nomor urut calon yang mereka dukung dipelesetkan oleh pendukung calon lain. Mereka saling bercanda, saling ejek, dan tertawa bersama.

Hadir mendampingi Bibit-Rustri dalam penentuan nomor urut peserta pilgub Jateng hari itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Murdoko, Sekretaris Nuniek Sri beserta beberapa orang pengurus DPD Jateng, di antaranya Bambang HW dan Bambang Baharudin. Harid pula Ketua dan seluruh jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, serta PAC-PAC se Kota Semarang.[sfn]

One response so far

Apr 29 2008

Rustriningsih Siapkan Program untuk Perjuangkan Perempuan Jateng

Published by pdipjateng under News

Infokom-Media PDI Perjuangan – PDI Perjuangan yakin calon yang diusungnya akan mampu meraih 80 persen dukungan perempuan Jawa Tengah dalam pilgub Jateng bulan Juni mendatang. Seperti yang disampaikan calon Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih saat memperingati Hari Kartini di GPD Salatinga, Minggu (27/4) lalu.

Cawagub yang juga merupakan Bupati Kebumen itu mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan program untuk memperjuangkan aspirasi dan nasib kaum perempuan Jateng seperti perlindungan perempuan dalam proses pembangunan Jateng ke depan. Salah satu yang paling dekat, disampaikan Rustri, adalah memberikan advokasi kepada kaum perempuan Jateng.

Program terdekat tersebut, disampaikan Rustri di hadapan kader Partai di Salatiga yang menyemut, didasarkan pada tingginya angka perceraian di Jateng yang mencapai 1.400 kasus, dengan mayoritas gugatan cerai. “Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak perempuan di Jateng yang ditelantarkan suami. Dalam proses perceraian, banak kaum perempuan yang kurang paham dan sering menjadi korban. Maka sudah saatnya pemerintah memberikan bantuan hukum kepada perempuan Jateng agar mereka dapat memperoleh hak-hak mereka atas perceraian tersebut,” tegas Rustriningsih.

Dalam peringatan Hari Kartini tersebut Rustri juga program-program yang akan dilaksanakannya kelak jika dia dan Cagub yang didampinginya, Bibit Waluyo, terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2008-2013. Selain advokasi, juga menyampaikan program-program lainnya yang berorientasi pada perjuangan hak-hak perempuan di Jateng, antara lain tentang program kesehatan masyarakat seperti kanker payudara dan kangker leher rahim. Rustri mengatakan pemerintahannnya kelak jika terpilih nanti akan mengadakan program deteksi dini kanker secara gratis, yang telah dilaksanaknnya di di Kebumen sejak tahun lalu untuk pencegahan dan meminimalisasi korban kanker.

Dalam kesempatan yang sama, Nuniek Sriyuningsih, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng yang mendampingi Rustri hari itu menjelaskan, Jateng saat ini membutuhkan sosok pemimpin perempuan yang begitu mengerti kebutuhan dan persoalan perempuan di Jateng. “Rustringsih bukan sekadar calon Wakil Gubernur dengan jenis kelamin perempuan. Tapi dia juga merupakan kader senior PDI Perjuangan. Dan, saat ini kebutuhan perempuan belum secara proporsional diakomidasi dalam pembangunan. Untuk itu, kita butuh sosok pemimpin dari kaum perempuan,” tegas Nuniek.

Bibit Ke Pasar Klaten dan Minum Es Dawet
Sementara itu, sehari sebelumnya, Sabtu (26/4) lalu, Cagub dari PDI Perjuangan Bibit Waluyo terlihat begitu menikmati kunjungan dan dialog langsung dengan para pedagang di Pasar Klaten, Jateng. Hari itu Bibit berdialog mengenai kebutuhan sehari-hari masyarakat Jateng. Dia juga menyelingi dialog hari itu dengan minum es dawet di pasar tersebut.

Di pasar yang padat pengunjung hari itu Bibit menyatakan tekadnya untuk membangun dan mengembangkan citra positif Jateng dengan istilah bali ndeso (kembali ke desa). “Karena desa itu miniaturnya negara. Karena itu, visi dan misi saya fokus sapta usaha tani. Melalui pembenahan di sektor pertanian diharapkan petani hidup sejahtera,” ujar Bibit.[sfn]

No responses yet

Apr 28 2008

Bibit Bagikan 10.000 Bibit Tanaman

Published by pdipjateng under News

Sunday, 27 April 2008

Infokom-Media PDI Perjuangan – Tidak hanya kader Partai yang giat melakukan kerja politik untuk meraih dukungan masyarakat Jawa Tengah untuk Bibit-Rustri dalam pilgub Jateng, Juni mendatang. Bibit Waluyo, cagub Jateng yang diusung PDI Perjuangan, juga melakukan hal serupa. Sabtu (26/4) kemarin dia pulang ke kampung halamannya di desa Paseban, Bayat, Klaten untuk membagi-bagikan 10.000 bibit pohon jati.

Sebagai putra Klaten, Bibit Waluyo berharap masyarakat Klaten memilihnya sebagai Gubernur Jateng. Dia mengatakan, tidak akan membuat malu daerahnya. “Kalau dianggap jelek, Bibit Waluyo tidak jelek-jelek amat. Tapi Bibit ini bukan bibit penyakit. Semoga bibit pohon jati ini nanti akan tumbuh bersama Bibit Waluyo, membangun Jawa Tengah,” ujar Bibit yang pada kesempatan itu menanam bibit pohon kelengkeng, tepat di samping gapura menuju makam Sunan Bayat.

Acara Bibit Waluyo hari itu dilanjutkan dengan melakukan ziarah ke makam Sunan Bayat di gunung Jabalkat.[sfn]

No responses yet

Apr 24 2008

PDI Perjuangan dan Bibit-Rustri Pertegas Posisi Politik Sebagai Partainya Wong Cilik dan Kaum Tani

Published by pdipjateng under News


Infokom-Media PDI Perjuangan – Hari ini, Kamis (24/4), PDI Perjuangan Kebumen, Jawa Tengah melakukan panen raya perdana padi MSP di kabupaten Kebumen. Acara panen raya perdana sekaligus sosialisasi pasangan Cagub/Cawagub Jateng yang diusung PDI Perjuangan itu dilaksanakan di Desa Seboro, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, pukul 11.00 WIB.

Dijadwalkan hadir dalam acara panen raya perdana padi MSP itu calon Wakil Gubernur Jateng dari PDI Perjuangan Hj. Sri Rustriningsih beserta beberapa pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Usaha Kecil dan Koperasi Mindo Sianipar serta anggota Fraksi PDI Perjuangan H. Marjono. Dari tim monitoring padi MSP dari DPP PDI Perjuangan hadir Abidin Fikri dan Ida Nuraini.

Sementara itu, dari kalangan internal Partai tingkat DPC, selain Ketua beserta pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kebumen, para Ketua, Sekretaris dan beberapa pengurus DPC Partai Purworedjo, Magelang, Wonosobo, Kulon Progo, dan Banjar Negara, serta para pengurus Partai tingkat Ranting dan Anak Ranting akan menghadiri panen raya perdana padi MSP di Kabupaten Kebumen itu. Selain itu, kelompok-kelompok tani di Kabupaten Kebumen dan kabupaten-kabupaten lain dalam lingkup kerasidenan di wilayah tersebut juga diundang menghadiri panen raya tersebut.

Panen raya perdana di Kabupaten Kebumen ini makin mempertegas jati diri PDI Perjuangan sebagai satu-satunya Partai politik di Indonesia selalu berpihak kepada wong cilik, memiliki kepedulian kongkret terhadap peningkatan taraf hidup kaum tani, termasuk para buruh tani di Nusantara, serta upaya kongkret PDI Perjuangan untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia.

PDI Perjuangan sebagai partai politik tidak hanya mengurusi persoalan politik makro, tapi juga mengakualisasikan ideologi maupun visi politiknya melalui program ataupun kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan wong cilik.

Hingga saat ini pun PDI Perjuangan terus menggalakkan penggunaan padi MSP kepada seluruh masyarakat tani di hampir seluruh wilayah Indonesia melalui kelompok-kelompok tani yang menjadi binaan PDI Perjuangan.

Pada konteks yang lebih spesifik, panen padi MSP di Kabupaten Kebumen ini juga menegaskan bahwa pasangan Bibit-Rustri sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang diusung PDI Perjuangan dalam pilgub Jateng bulan Juni mendatang merupakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang pro kepada kehidupan masyarakat tani sebagai mayoritas masyarakat di Indonesia, dan memiliki kepedulian terhadap wong cilik pada umumnya.

Panen raya perdana padi MSP kali ini merupakan panen raya yang pertama kalinya di Kabupaten Kebumen sekaligus merupakan panan raya padi MSP yang kesebelas kalinya di Jawa Tengah. Panen raya padi MSP yang sudah dilakukan di berbagai wilayah di berbagai propinsi seperti di beberapa daerah di Sumut, Jabar, Lampung, dan beberapa propinsi lainnya di seluruh Indonesia menunjukkan padi kering hasil panen padi MSP rata-rata di atas 12 ton per hektar lahan tanam. [sfn]

No responses yet

Apr 23 2008

Puan Maharani: Pilgub Jateng Memiliki Efek Domino Secara Nasional Bagi PDI Perjuangan

Published by pdipjateng under News

Infokom-Media PDI Perjuangan – Puan mengajak seluruh kader Partai di Jawa Tengah untuk menjadikan pengalaman dua pilkada sebelumnya sebagai cemeti pelecut semangat kerja untuk memenangkan Bibit-Rustri, dan tidak terulang dalam pilgub Jateng 22 Juni mendatang.

Untuk itu Puan menegaskan kembali agar para kader Partai di Jateng untuk bekerja lebih keras memperjuangkan kepentingan wong cilik, bekerja setiap hari untuk rakyat dengan kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan harian wong cilik. Demikian arahan dari Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemberdayaan Perempuan Puan Maharani saat acara pelantikan pengurus struktural Ranting Partai se kabupaten Klaten, Jateng, Minggu (20/4) lalu. “Kita harus bersama-sama meyakini bahwa PDI Perjuangan akan memenangkan Bibit-Rustri. Bibit-Rustri tidak boleh kalah. Jangan ada kekalahan lagi mulai dari pilgub Jateng,” ujarnya.

Puan juga mengakui hasil pilgub Jabar dan Sumut menjadi bahan evaluasi yang mendalam untuk Partai. Namun demikian Puan mengajak seluruh kader Partai untuk tidak larut dan kembali mengusungkan optimisme, menatap ke depan, menyongsong kemenangan Partai dalam pilgub-pilgub yang akan datang, pileg dan pilres 2009. “Kemenangan dalam pilkada Jateng merupakan prestasi yang harus diperlihatkan bahwa PDI Perjuangan memiliki kader-kader yang progresif dan mumpuni dari calon-calon lain,” ujar Puan seraya menjelaskan bahwa kemenangan PDI Perjuangan di Jateng nanti memiliki efek psikologis domino terhadap Partai se Nasional. “Karena Jateng merupakan salah satu lumbung suara terbesar PDI Perjuangan,” tangkasnya.

Menghadapi pileg Jateng, di hadapan tak kurang dari 6000 kader Partai tingkat Ranting se Klaten, Puan mengatakan, PDI Perjuangan optimis dapat memperoleh 30-40 persen suara untuk Bibit-Rustri. “Kita optimis tentang itu. Kita memperoleh suara sebesar 31 persen dalam pemilu 2004 lalu. Itu menjadi modal dasar kita,” ujar salah satu cucu Proklamator itu seraya menjelaskan mengapa kemenangan Partai dalam pilgub Jateng kali ini menjadi barometer PDI Perjuangan tingkat Nasional.

Tampak hadir dalam acara pelantikan tersebut anggota DPR Aria Bimo, Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Murdoko beserta beberapa fungsionaris DPD Partai, dan Bupati Klaten Sunarna, Ketua dan para pengurus DPC Klaten, serta jajaran PAC Partai

No responses yet

Next »