Jun 24 2008
Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri Ucapkan Selamat Kepada Bibit-Rustri
Infokom-Media PDI Perjuangan – Walaupun belum resmi diumumkan sebagai pemenang pemilihan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo dan Sri Rustriningsih dapat dipastikan akan memimpin Jawa Tengah untuk lima tahun ke depan. Tekait keberhasilan duet calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng nomor urut 4 itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Hj. Megawati Soekarnoputri telah menyampaikan ucapan selamatnya kepada Bibit-Rustri (BIRU).
Seperti yang dituturkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Pramono Anung, Ibu Ketua Umum telah menyampaikan ucapan selamat kepada Bibit-Rustri atas kemenangan ini. “Ibu merasa gembira dengan kemenangan ini dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan Partai serta masyarakat Jawa Tengah atas kepercayaan dan dukungannya kepada Bibit-Rustri,” ungkapnya.
Sekjen Pramono sendiri mengungkapkan, kemenangan tersebut merupakan hasil kerja seluruh komponen mesin politik Partai, pasangan calon, pendukung serta relawan. “Yang membedakan antara kemenangan di Jateng dengan di daerah lain adalah bahwa seluruh upaya pemenangan di Jateng di pikul secara bersama-sama,” ujarnya.
Kemenangan ini, lanjutnya, merupakan modal awal bagi PDI Perjuangan untuk memenangkan pemilu legislatif dan pemilu Presiden 2009 mendatang.
Menurut Pram, demikian Sekjen akrab disapa, tema yang diusung BIRU sebagai tema yang memberikan harapan baru bagi masyarakat Jateng. “Tema “mbali deso, mbangun deso” yang diusung BIRU membawa harapan baru bagi pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan untuk lebih maju,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang ditugasi DPP Partai untuk mengawal pemenangan Bibit-Rustri dalam pilgub Jateng, Daryatmo Mardiyanto, mengungkapkan kemenangan PDI Perjuangan melalui calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusungnya, Bibit Waluyo dan Sri Rustriningih mempertegas posisi politik PDI Perjuangan di Jawa Tengah sebagai basis suara PDI Perjuangan yang sekaligus merupakan daerah yang menjadi lumbung suara PDI Perjuangan menghadapi pemilu legislatif dan pemilu Presiden 2009 mendatang.
“Kemenangan ini juga memperlihatkan betapa mesin politik Partai di Jawa Tengah telah berjalan secara solid dan optimal secara merata di seluruh wilayah di Jawa Tengah sehingga BIRU mampu menang mutlak dari empat pasang kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur lain,” ujarnya.
Dengan kemenangan sekitar 40 persen ini, lanjut Ketua DPP yang akrab disapa mas Dar oleh rekan sejawatnya ini, Bibit-Rustri memiliki legitimasi yang sangat kuat sehingga mempunyai momentum dan keleluasaan politik untuk memajukan masyarakat dan wilayah Jawa Tengah. “Kepemimpinan BIRU di Jateng setelah dilantik nanti makin kuat karena masih akan ditopang oleh mitra politik dari DPRD Jateng, dimana Fraksi PDI Perjuangan di DPRD memiliki jumlah mayoritas. Sehingga APBD bisa benar-benar dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat Jateng,” tukas mas Dar.
“Dari hasil perolehan suara dalam pilgub yang cukup signifikan ini, PDI Perjuangan di Jateng optimis akan mampu memberikan kontribusi positif bagi pemenangan Partai dalam pemilu legislatif dan mengantarkan kembali Ketua Umum Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI,” ujarnya didampingi Ketua DPP lain yang juga ditugasi DPP Partai untuk mengawal pemenangan dalam pilgub Jateng, diantaranya Mangara Siahaan, Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Daniel B Setiawan, Adang Ruchiatna dan Nabiel Makarim.
Semarak di DPD Jateng
Aura kegembiraan atas kemenangan BIRU memenuhi kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah yang hingga jauh malam tetap dipenuhi oleh para kader dan simpatisan Partai. Yel-yel kemenangan dan nyanyi-nyanyian “Bibit-Rustri dan PDI Perjuangan jaya” seperti tak lelah mereka suarakan. Sebagian dari mereka bahkan ada yang lantas rela mencukur habis rambut kepala mereka sebagai ungkapan rasa syukur.
Ketua DPD Jateng Murdoko, didampingi Sekretaris DPD Nuniek Sri serta beberapa pengurus, kader dan simpatisan, mengungkapkan, kemenangan Bibit-Rustri ini merupakan kemenangan seluruh masyarakat Jawa Tengah. “Syukur alhamdulillah, kemenangan ini merupakan masyarakat Jateng. Terima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah atas dukungannya terhadap Bibit-Rustri, kepada seluruh jajaran struktural, pengurus dan kader Partai,” ungkap Ketua Tim Pemenangan BIRU ini yang kemudian dipanggul oleh kader dan simpatisan Partai yang kebetulan berada di dekatnya.
Bibit-Rustri akan Segera Bekerja
Terkait hasil pilgub tersebut, Bibit Waluyo mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan dan amanat dari sebagian besar masyarakat Jawa Tengah yang mempercayakan dirinya bersama Sri Rustriningsih untuk memimpin Jateng dalam lima tahun ke depan.
Kepercayaan masyarakat tersebut, ujarnya, menjadi titik balik yang sangat besar bagi pihaknya untuk memilul tanggungjawab yang lebih besar, yaitu memimpin masyarakat Jawa Tengah menuju arah yang lebih baik dan lebih sejahtera.
Terkait hal tersebut, pria kelahiran Klaten berusia 59 tahun ini mengharapkan seluruh komponen dan potensi masyarakat Jateng untuk saling bahu membahu membangun Jateng. Dirinya yakin, jika hal tersebut bisa dilakukan bersama Bibit-Rustri, Jateng akan mampu bangkit.
“Saya harapkan, kemenangan atau kekalahan tidak mempengaruhi masyarakat. Sebab kondisi yang kondusif masih sangat dibutuhkan oleh pemimpin Jawa Tengah yang akan datang. Saya yakin, kalau ini bisa dilakukan, Jateng akan bangkit dari kesengsaraan, kemiskinan, serta bangkit dari segala kesedihan selama ini,” ujarnya lagi.
Bibit juga menegaskan, dengan kemenangan ini, walaupun belum resmi ditetapkan oleh KPUD, dirinya bersama Rustri akan segera melakukan langkah-langkah riil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah melalui program-program ekonomi kerakyatan.
“Seperti yang diketahui semua, mayoritas masyarakat Jawa Tengah adalah petani yang hidup di pedesaan. Dengan kemenangan ini kita harus segera melaksanakan langkah-langkah riil seperti pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pertanian dan pemberdayaan unit usaha kecil, mikro-menengah. Ini realistis,” ujar Bibit dari kediamannya di Cacaban, Magelang.
Sementara calon Wakil Gubernur Sri Rustriningsih, menegaskan, masyarakat Jateng saat ini merupakan masyarakat yang lebih cerdas dan kritis dalam menilai calon-calon pemimpinnya. Selain karena mesin politik yang kuat, ujar Bupati Kebumen selama dua periode ini, masyarakat juga melihat dan menilai rekam jejak tiap-tiap calon.
Rustri juga meyakini, kemenangan dalam pilgub ini merupakan kemenangan kaum nasionalis. “Saya yakin sekali, ini merupakan kemenangan nasionalis dan inilah yang ditunggu oleh masyarakat Jawa Tengah. Saya merasa yakin, pada akhirnya masyarakat Jawa Tengah menanti sosok figur nasionalis,” ujar Rustri yang sejak siang hari berada di Rustri Center, Kebumen.
Rustri sendiri melukiskan kemenangan ini sebagai kemenangan yang luar biasa. Diakuinya, dirinya merasa sangat menikmati waktu beberapa jam terakhir setelah pukul 15.00 WIB, saat penghitungan cepat sudah memasuki angka 30 persen. “Ini luar biasa. Saya kira Pilgub Jateng akan melalui dua kali putaran, ternyata tidak. Saya sangat menikmati beberapa jam ini,” ungkapnya dengan sumringah.
Suara Tak Beranjak dari 39-44 Persen
Seperti yang telah dilansir sebelumnya, hasil penghitungan cepat beberapa lembaga survey hingga pagi hari ini (Senin, 23/6) tetap menempatkan Bibit-Rustri (BIRU) sebagai duet calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng teratas dengan perolehan suara tak beranjak dari kisaran angka 39-42 persen.
Selisih perolehan suara yang cukup signifikan juga dilansir oleh website resmi KPUD Jateng (www.kpud-jateng.go.id). Hingga pukul 23:31 WIB malam tadi, duet cagub/wagub nomor urut 4 ini pada nomor urut teratas dengan peroleh suara sebanyak
1.316.419 (42.4%), dari sekitar 55.603 TPS yang sudah memasukkan hasil penghitungan suaranya.
Bibit-Rustri unggul hampir di semua daerah, yakni Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Batang, Kota dan Kabupaten Pekalongan, Rembang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Brebes, Kota dan Kabupaten Tegal, Demak, Jepara, Kudus, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Kebumen, Purbalingga, Kendal, Kota dan Kabupaten Semarang, Salatiga, Kota dan Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, serta Wonosobo.[sfn, dari berbagai sumber di Jawa Tengah]
